Sabtu, 26 November 2011

Hubungan Pengetahuan, Motivasi dan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Berkunjung Lansia ke Posyandu Pelangi Wilayah Kerja Puskesmas Muaro Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi

BAB I
PENDAHULUAN
                                                   
A.    Latar Belakang
Dampak kemajuan ilmu pengetauan dan teknologi (IPTEK), terutama di bidang kedokteran, termasuk penemuan obat-obat seperti antibiotika yang mampu ”melenyapka” berbagai penyakit infeksi, berhasil menurunkan angka kematian bayi dan anak, memperlambat kematian, memperbaiki gizi dan sanitasi sehingga kualitas dan umur harapan hidup meningkat. Akibatnya, jumlah penduduk lanjut usia semakin bertambah banyak, bahkan cenderung lebih cepat dan pesat (Nugroho, 2008).
Saat ini, jumlah lanjut usia di seluruh dunia diperkirakan lebih dari 629 juta jiwa (satu dari 10 orang berusia lebih dari 60 tahun), dan pada tahun 2025, lanjut usia diperkirakan mencapai 1,2 milyar. Di negara maju, pertambahan populasi/penduduk lanjut usia telah diantisipasi sejak awal abad ke-20. Tidak heran bila masyarakat di negara maju sudah siap menghadapi pertambahan populasi lanjut usia dengan aneka tantangannya. Namun, saat ini, negara berkembangpun mulai menghadapi masalah yang sama. Fenomena ini jelas mendatangkan sejumlah konsekuensi, antara lainnya masalah fisik, mental, sosial, serta kebutuhan pelayanan kesehatan dan keperawatan, terutama kelainan degeneratif (Nugroho, 2008).
Diramalkan pada tahun-tahun mendatang, orang akan hidup lama, karenanya profesional kesehatan akan ditantang untuk menciptakan tambahan usia tersebut menjadi usia yang lebih sehat dan produktif (Burner & Suddarth, 2002).
Munculnya jumlah penduduk lansia dalam jumlah besar secara mendadak telah memberikan implikasi khusus bagi keperawatan kesehatan. Pertama jika dibanding dengan umur yang lain, kelompok lansia secara umum merupakan pengguna pelayanan kesehatan yang paling banyak, dan penigkatan jumlahnya berarti mereka tidak terwakili secara proporsional di dalam sektor kesehatan (Stanley and  Beare, 2007). 
Pelayanan kesehatan lanjut usia di masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan pengetahuan masyarakat tentang lansia. Pelayanan kesehatan yang dilakukan meliputi: upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan dorongan aktivitas. Bentuk kegiatan dapat berupa pembentukan dan pembinaan kelompok lansia (Mubarak, 2010).
Posyandu lansia merupakan wahana bagi kaum usia lanjut, yang dilakukan dari, oleh dan untuk kaum usila titik berat pada pelayanannya pada upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Posyandu Lansia perwujudan pelaksanaan program pembangunan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia, sebagai suatu forum komunikasi dalam bentuk peran serta masyarakat usia lanjut, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya, dalam upaya peningkatan tingkat kesehatan secara optimal. Posyandu Lansia adalah Pos Pelayanan Terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang sudah digerakan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan (Sulistyorini, dkk 2010).
Hasil studi Hasan Fuadi tahun 2008 yang berjudul, “Fenomenologi Motivasi Lansia dalam Memanfaatkan Posyandu Lansia di Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar” menyatakan dengan lansia mengetahui pengertian dan manfaat diadakannya posyandu lansia, lansia menjadi termotivasi untuk mengikuti posyandu lansia, selain itu dukungan pasangan dan keluarga juga menimbulkan motivasi bagi lansia. Lansia juga mengalami hambatan dalam memanfaatkan posyandu lansia, yaitu lansia sering kelupaan karena faktor usia, ada kepentingan lain sehingga lansia tidak bisa ikut serta, dan tidak adanya sarana transportasi bagi lansia.
Penelitian yang dilakukan oleh Henniwati tahun 2007 mewunjukan jumlah kunjungan lansia yang ke posyandu hanya 505 (20,1%) orang dari 2511 orang lansia yang dibina di Kabupaten Aceh Timur. Pada tahun 2008 bulan Juni, jumlah kunjungan lansia yang datang ke Posyandu di Puskesmas Kabupaten Aceh Timur berjumlah 462 orang. Terjadi penurunan kunjungan lansia ke posyandu dari tahun 2007 ke 2008.
Sama halnya dengan studi kasus yang dilakukan Sri Hartiningsih (2004) di Puskesmas Mojo, Surabaya menyatakan bahwa lansia merupakan kelompok resiko tinggi, tetapi pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia rendah. Dimana menurut perolehan data Puskesmas Mojo (2004) kunjungan posyandu lansia oleh lansia hanya 2,09 %.
Tahun 2009 jumlah Lansia Provinsi Jambi sebanyak 536937 dan tahun 2010 terjadi peningkatan jumlah Lansia Provinsi Jambi sebanyak 564904, peningkatan jumlah lansia ini memberikan implikasi bagi keperawatan kesehatan untuk meningkatkan pelayanan bagi kau lansia.
Di Kabupaten Muaro Jambi salah satun daerah yang sedang menjalankan program pelayanan kesehatan bagi lansia. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi tahun 2010 dapat dilihat dari 18 puskesmas yang ada, terdapat sebanyak 142  kelompok posyandu lanjut usia yang dibina. Adapun jumlah yang berkunjung ke posyandu usila tahun 2010 sebanyak 18.774, untuk lebih jelasnya dapat  dilihat pada tabel berikut :
Table 1.1  Jumlah Lansia Yang Berkunjung Posyandu Lansia Di Wilaya Kerja Dinas Kesehatan Muaro Jambi Tahun 2010


No

PUSKESMAS
Jumlah Yang Berkunjung
Umur
Jumlah Posyandu Lansia
45-59 th
60-69 th
>70 th
P
L
P
L
P
L
1
Sekernan Ilir
1264
332
337
331
109
90
85
6
2
Sengeti
1108
285
85
200
170
185
183
6
3
P. Olak
1248
200
216
108
378
138
208
7
4
S. Duren
750
150
100
75
175
120
130
11
5
Pll Bajubang
1165
195
100
290
145
195
240
7
6
Pondok Meja
1149
292
92
150
234
195
240
4
7
Jambi Kecil
1177
100
294
150
244
197
192
11
8
K. Dalam
1001
167
150
184
200
134
166
10
9
Tempino
1381
200
260
250
210
230
231
8
10
Kebun IX
1016
170
100
240
190
152
164
4
11
Tangkit
902
100
200
150
120
180
152
11
12
Ma. Kumpeh
1490
250
240
300
200
250
250
23
13
Puding
982
164
140
188
164
160
166
3
14
Tanjung
808
134
130
138
120
148
138
2
15
M. Kanding
920
123
183
153
100
206
155
10
16
S. Bahar I
966
161
160
162
141
181
161
3
17
S. Bahar IV
783
160
140
120
100
100
163
6
18
S. Bahar VI
664
110
70
150
130
90
114
7
Sumber : Dinas Kesehatan Muaro Jambi
Jumlah
18774
3293
2997
3319
3130
2948
3087
142
Dapat dilihat pada Tabel 1.1 diketahui bahwa jumlah lansia yang berkunjung ke Posyandu tahun 2010. Lansia yang berkunjung ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh merupakan pengunjung terbanyak yaitu sebanyak 1490 lansia.
Jumlah kunjungan lansia ke posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh Kecamatan Kumpeh Ulu pada than 2010 adalah sebanyak 4988, untuk lebih jelas dapat kita lihat pada table 1.2:
      Tabel 1.2    Jumlah Kunjungan Posyandu Usila Puskesmas Ma. Kumpeh 2010

No
Nama Posyandu
BULAN
JLH
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agt
Sep
Okt
Nov
Des
1
Pelangi
12
12
0
20
21
21
0
0
0
18
20
17
141
2
Sejahtera
11
25
35
13
18
11
13
13
11
13
15
15
193
3
Sejahtera
10
7
7
14
15
16
14
15
14
14
15
14
155
4
Rawa Sari
10
17
27
25
20
15
18
20
20
25
27
20
244
5
Sejahtera
17
26
24
24
24
24
24
24
24
23
27
28
289
6
Karya bakti
12
16
17
16
18
18
19
0
16
16
16
12
176
7
Melati
22
21
22
22
22
22
22
23
22
22
20
22
262
8
Tunas Putri
20
19
6
10
10
23
14
25
24
25
18
14
208
9
Sirih
18
25
28
30
25
25
23
18
15
23
20
21
271
10
Mandiri
10
16
20
17
17
17
17
17
19
19
15
12
196
11
Harapan Jaya
22
21
22
17
22
19
22
18
23
22
17
15
240
12
Tunas Maju
20
20
20
17
20
20
20
20
20
20
20
19
236
13
Mawar
12
9
10
10
11
12
11
10
10
11
11
9
126
14
Lembayung Senja
10
8
3
5
8
10
12
16
7
8
11
7
105
15
Al-Barokah
25
26
25
25
25
25
25
25
0
0
25
25
251
16
Rindu Dahlia I
24
34
22
17
16
18
18
17
16
17
0
16
215
17
Rindu Dahlia II
10
15
16
10
15
20
10
15
10
20
10
11
162
18
Nusa Indah
64
64
64
64
20
45
45
45
45
45
45
24
570
19
Mulya Makmur
10
13
13
10
8
8
8
8
8
7
12
7
109
20
Cempaka
9
9
8
5
5
5
7
11
26
22
23
11
141
21
Muliya
31
24
21
14
15
19
19
19
19
15
24
14
234
22
Puja Kusuma
55
31
38
22
27
18
18
0
25
23
21
21
299
23
Anggrek Puti
10
17
17
10
10
20
20
11
15
15
15
15
165
Jumlah
444
475
465
417
389
412
399
370
389
423
472
369
4988
Sumber : Puskesmas Muaro Kumpeh
         
Dapat dilihat pada Tabel 1.2 yang berkunjung di Posyandu Pelangi Desa Muaro Kumpeh pada tahun 2010 terdapat empat bulan yang tidak ada kunjungannya. Sedangkan jumlah yang mengikuti posyandu lansia adalah sebanyak 44 orang.
Dari 4 bulan yang tidak ada kunjungannya ke Posyandu Pelangi penulis mencoba menggali data terhadap 10 orang yang mengikuti Posyandu Lansia saat posyandu di laksanakan yaitu 10 Oktober 2011. Dari hasil wawancara mengenai pengetahuan tentang manfaat Posyandu Lansia, diketahui hanya 3 responden yang dapat menyebutkan dengan benar manfaat Posyandu Lansia, sedangkan 7 responden tidak dapat menyebutkan manfaat Posyandu Lansia dengan benar.
Penulis juga menggali faktor motivasi dan dukungan keluarga, dari 10 responden hanya 4 orang yang memiliki motivasi yang tinggi terhadap kunjungan ke Posyandu Lansia, dan 2 orang yang didampingi oleh keluarga sewaktu Posyandu Lansia dilaksanakn.
Adapun yang menjadi kendala untuk para lansia mengikuti kegiatan posyandu diantaranya adalah sebagai berikut : pengetahuan lansia yang rendah tentang manfaat posyandu,  jarak rumah dengan lokasi posyandu yang jauh atau sulit dijangkau, kurangnya dukungan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan lansia ke posyandu, serta kemungkinan belum siapnya petugas baik kader maupun petugas kesehatan melaksanakan posyandu lansia karena kurangnya pelatihan, sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan Posyandu Lansia (Sulistyorini., dkk 2010).
Menurut Green (1980) dalam Notoadmodjo (2003) bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor adalah faktor predisposisi (pengetahuan, sikap, motivasi, kepercayaan, sosial ekonomi, variabel demografik tertentu), faktor enabling (tersedianya sarana kesehatan, akses kesarana kesehatan, prioritas dan komitmen, masyarakat atau pemerintah, terhadap masyarakat), dan faktor reinforcing (keluarga, teman, pengalaman, petugas kesehatan, dukungan sosial, pengalaman kerja).
Oleh karena hasil pengamatan dan hasil perolehan data tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Hubungan pengetahuan, motivasi dan dukungan keluarga dengan perilaku berkunjung ke Posyandu Lansia di Posyandu pelangi tahun 2011”.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah penelitiannya adalah bagaimana hubungan pengetahuan, motivasi dan dukungan keluarga dengan perilaku berkunjung ke Posyandu Lansia di Posyandu Pelangi Kecamatan Kumpeh Ulu.

C.    Tujuan Penelitian
1.   Tujuan Umum
Diketahuinya hubungan pengetahuan, motivasi dan dukungan keluarga dengan perilaku berkunjung Lansia di Posyandu Pelangi wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh.
2.   Tujuan Khusus
a.       Diketahuinya gambaran perilaku berkunjung lansia di Posyandu Pelangi wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi.
b.      Diketahuinya gambaran pengetahuan lansia di Posyandu Pelangi wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi.
c.       Diketahuinya gambaran motivasi lansia di Posyandu Pelangi wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi.
d.      Diketahuinya gambaran dukungan keluarga lansia di Posyandu Pelangi wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi.
e.       Diketahuinya hubungan antara pengetahuan dengan perilaku berkunjung ke Posyandu Lansia di Posyandu Pelangi wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh..
f.       Diketahuinya hubungan antara motivasi dengan perilaku berkunjung ke Posyandu Lansia di Posyandu Pelangi wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh.
g.      Diketahuinya hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku berkunjung ke Posyandu Lansia di Posyandu Pelangi wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh.




D.    Manfaat Penelitian
1.      Bagi Dinas Kesehatan Muaro Jambi
Meningkatkan perhatian melalui pemantauan terhadap pelaksanaan Posyandu Lansia serta menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan lansia agar terjadinya peningkatan status kesehatan dan kesejahteraan lansia.
2.      Bagi Puskesmas Muaro Kumpeh
Menjadi masukan bagi manajemen puskemas untuk membuat kebijakan peningkatan frekuensi penyuluhan tentang pentingnya kunjungan lansia ke posyandu sehingga meningkatkan frekuensi kunjungan ke Posyandu Lansia.
3.      Posyandu Lansia
Sebagai masukan bagi para kader atau tenaga kesehatan yang bertugas di Posyandu Lansia untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas agar para lansia termotivasi untuk meningkatkan frekuensi kunjungan ke Posyandu Lansia dan terjadinya peningkatan status kesehatan pada lansia.
4.      Peneliti Selanjutnya
Sebagai masukkan untuk melakukan penelitian selanjutnya baik dengan variabel yang sama maupun berbeda serta tempat yang berbeda pula.
  
E.     Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode cross secsional bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel independen dan variabel dependen. Adapun hal yang diteliti yaitu hubungan pengetahuan, motivasi dan dukungan keluarga dengan perilaku berkunjung ke posyandu lansia di Posyandu Pelangi Kecamatan Kumpeh Ulu. Sampel pada penelititian sebanyak 44 lansia.  Proses penelitian dimulai dari tanggal 12 Oktober sampai 15 Oktober 2011, dilakukan dengan cara wawancara dan obervasi. Analisis data terdiri dari analisis univariat untuk mendapatkan gambaran tentang distribusi frekuensi dari pengetahuan, motivasi, dan dukungan keluarga, maupun perilaku berkunjung ke posyandu lansia dan analisis bivariat untuk membuktikan adanya hubungan yang bermakna atau tidak antara pengetahuan, motivasi dan dukungan keluarga  perilaku berkunjung ke posyandu dengan menggunakan uji statistik chi-square.download lengkap di sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar